5 Sifat Karyawan Toko Yang Membuat Pembeli Membatalkan Transaksi

http://www.promomainan.com – Mungkin beberapa diantara pemilik toko yang mempunyai toko besar dimana mimiliki karyawan toko akhir – akhir ini penjualan menurun bila dibandingkan waktu toko masih kecil. Mengapa bisa seperti itu? Waktu toko kecil, pemilik sendiri yang melayani transaksi dengan si pembeli sedangkan setelah toko besar pemilik sudah jarang melayani pembeli melainkan diserahkan kepada karyawan tokonya.

“Lalu apa hubungannya Karyawan toko dengan peningkatan omzet toko ? ”

Beberapa pemilik toko mungkin masih berpikir pembeli datang , dilayani karyawan toko, transaksi , selesai. Padahal prosesnya tidak seperti itu karena pelayanan di toko mempengaruhi mod si pembeli untuk memutuskan membeli atau tidak.

  1.  Muka jutek

Secara tidak sadar kayawan toko memasang muka jutek, muka dengan ekspersi seperti kesal. Entah karena sedang ada masalah atau memang sudah ekspersi mukanya dari sana seperti itu. Secara otomatis si pembeli pun mungkin rada – rada enggan untuk bertanya banyak mengenai produk yang dia cari aplagi menawar harga , alhasil mereka mencari di tempat lain.  Jadi ada baiknya bila karyawan toko sebaiknya dicari yang memiliki ekspresi ceria.

2. Bicara Kasar

Beberapa waktu lalu saya datang ke toko funiture karena sedang mencari kasur. Sampai disana saya di layani oleh karyawan toko yang ketika bicara agak kasar dan ketus. Bila dia mengatakan  “Situ maunya yang mana” ( Situ – dalam bahasa kasar – yang artinya kamu / anda ). Memang kelihatan kecil tapi cukup berpengaruh dalam mengambil keputusan saya untuk membeli apalagi nanya untuk nego harga. Akhirnya tidak jadi membeli.

3. Tidur

Pernah kita ke toko entah si pemilik atau karyawan toko nya lagi tidur ? mungkin lagi sepi akhirnya ketiduran ( biasanya toko kecil ) . Beberapa orang enggan membangunkan walau mereka tadinya berminat untuk membeli. Dalam posisi tidur juga si pembeli bisa mengartikan kalo tokonya sepi / kurang bagus / kurang laku.

4. Meremehkan

Orang Indonesia lebih menilai orang dari penampilan luar , bila orang berpakaian rapih, berjas , dasi bisa dipandang sebagai orang kaya maka mereka dilayani dengan perlakuan khusus seperti raja tapi kalo orang berpakaian sederhana cuma pakai celana pendek bisa dipandang sebagai orang kere nggak ada duitnya dan dilayani asal – asalan. Padahal bisa saja yang penampilan sederhana itu orang kaya. Nah kalo baru dilayani oleh karyawan toko saja sudah diremehin apa si pembeli mau membei di toko tersebut ? saya jamin si pembeli tidak jadi membeli biarpun barang yang dia cari ada disana.

5. Tidak Ramah

Pernah kita menawar harga lalu ekspresi karyawan toko berubah menjadi tidak ramah ? atau ketika kita banyak tanya soal produknya ? Ekspresi tidak ramah bisa diartikan secara tidak langsung mengusir si pembeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s