Masalah Pinalti di Market Place

http://www.promomainan.com – Beberapa waktu lalu toko online A (sebut saja begitu ) mengalami masalah cukup pelik yaitu kasus pinalti yang melewati limit. Total pending di market place ( Lazada, Blibli ) mencapai Rp 4.000.000 dalam setengah bulan. Karuan saja hal ini membuat bertanya – tanya leader toko online A.

Beberapa marketplace seperti Lazada dan Blibli menerapkan sistem pinanlti bila penjual membatalkan transaksi untuk pembeli. Jumlah biaya 1 pinalti Rp 100.000 dan akan diberikan kepada pembeli yang diambil dari deposito penjual. Nah makin banyak pinalti bisa – bisa penjual bangkrut.

Penyebab paling sering yang dialami toko online yang menyebabkan terjadinya pinalti ini seperti masalah stock dan masalah maintenance permintaan pembelian pembeli. Kasus stock hampir semua toko online mengalaminya, di marketplace tertera masih ada sementara di gudang toko online sudah kosong.  Bisa jadi masalah seperti ini admin toko online memasukkan jumlah stock barang di marketplace asal – asalan alias asal tembak. Misal di gudang stock ada 50 buah tapi di marketplace diisi 300 buah.

Masalah kedua maintenance di marketplace oleh admin toko online. Ini juga masalah paling sulit juga karena admin toko online harus pintar – pintar bagi waktu untuk mengecek stock , permintaan pembeli di marketplace. Maklum yang namanya transaksi online waktunya 24 jam non stop sementara admin toko online paling kerja dari jam 08.00 – 18.00. Maklum tenaga manusia juga terbatas.

Untuk mengatasi masalah stock pihak toko online bisa menerapkan sistem limite stock. Minimal stock untuk barang Sabun Cuci adalah 10 buah dan sebagainya. Untuk barang – barang kecil – kecil dan murah / cepat laku seperti sabun mandi, mie instan minimal stock bisa dalam jumlah banyak seperti 20 buah. Sementara untuk barang yang besar dan mahal bisa minimal stock 8 – 5 buah. Jadi kalo sudah mendekati minimal stock , gudang harus memberika report ke admin toko online untuk segera menutup penjualan ( sold out ) dan meminta bagian purchasing untuk restock .

Maintenance marketplace oleh admin toko online juga menjadi masalah pelik. Masalah ini paling banyak dialami oleh toko online yang mempunyai jumlah produk ratusan dan jumlah marketpalce banyak. Misal di Lazada pihak toko online yang menjual barang – barang kebutuhan rumah tangga membuat beberapa pembedaan marketplace. Marketpalce A di khususkan menjual perlengkapan bayi, Marketplace B di khususkan menjual peralatan rumah tangga seperti dispenser, kompor, dll, Marketplacae C di kususkan menjual barang – barang kebutuhan sehari – hari seperti supermie, sabun mandi, pewangi ruangan, dll. Itu baru 1 marketplace di Lazada , belum di marketpalce lainnya sepeti Blibli, elevenia, tokopedia, bukalapak, akulaku, shopee….wah banyak dech ! Akibatnya admin toko online kewalahan memaintenance order dari pembeli.

Masalah belum selesai dimana admin toko online juga harus mengatur perubahan harga dari purchasing . Makin pusing dech admin toko onlinenya yang berujung jumlah pinalti membengkak.

Sebaiknya 1 Marketplace di handel oleh 1 admin toko online, misal Lazada di handel oleh admin toko online A, Blibli di handel oleh admin toko online B dan seterusnya.  Jadi tiap tiap admin bisa fokus memaintenance ke 1 marketplace saja.

Untuk jumlah product sebaiknya di fokusnya pada yang paling laku dan jangan terlalu banyak menambah product – product baru. Boleh saja menambah product baru tapi sebaiknya bertahap sambil dipelajari pangsa pasarnya bagus , cepat laku atau malah lama lakunya ( jadi barang mati ) .

Koordinasi tiap – tiap bagian juga penting antara gudang – purhcasing – admin toko online agar perubahan stock , harga , product bisa terus menerus up to date.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s