Murah Atau Mahal ?

http://www.promomainan.com – Kalau ditanya mau murah atau mahal ? Pasti kebnyakan orang ingin murah karena bisa menghemat lebih banyak uang. Di mata pembeli akan berusaha sebisa mungkin menawar harga barang sampai semurah mungkin.

Kalau saya , saya akan membeli yang murah layak . Maksudnya?

Jadi begini. Kalo anda seorang pria dan ingin membeli pisau cukur di mini market , ada 2 pilihan. Merek A harganya Rp 5.000 per buah, sedangkan merek B harganya Rp 20.000 per buah. Yang mana yang anda beli ? Rata – rata orang akan membeli yang merek A apalagi kalau isi dompet dekat tanggal tua. Dalam pikiran membeli yang mereka A untuk menghemat uang. Ok. Tapi coba liat dulu , pasti ada sebab mengapa merek A begitu murah dan merek B mahal dan hal ini bisa di lihat dari spesifikasi produk yang tertera di kemasan. Merek A ketajaman pisaunya akan berkurang setelah 1 bulan, sementara merek B ketajaman pisau nya akan berkurang setelah 6 bulan. Jadi kalau dilihat dari jangka panjangnya pisau cukur B lebih murah dari pada pisau cukur merek A ( Rp 5000 x 6 bulan ganti ) total Rp 30.000.

Jadi harga murah bisa jadi malah jadi mahal, dan harga mahal bisa jadi malah jadi murah. Boleh saja kita membeli barang murah harganya tapi harus dilihat juga layak atau tidak. Ini yang disebut murah layak. Layak karena memiliki umur ekonomis yang lebih panjang dan murah karena terjangkau oleh keuangan kita. Jangan dipisah antara murah dan layak karena kalau dipisah nanti jadinya murahan, malah boros.

Kalau ditanya mainan impor dari china murah atau mahal ? Kalau dibandingkan dengan mainan Eropa saya akan bilang lebih murah harganya. Tapi bila anda mau membelikan mainan terutama ada elektroniknya dan anak anak masih umur 7 tahun kebawah , suka membanting mainan, suka bongkar – bongkar mainan maka mainan impor dari china saya bilang murah layak. Coba bayangkan kalo anda beli mainan made in eropa yang mahal terus anak anda belum ngerti apa – apa di banting atau di bongkar – bongkar…wah jadi boros dech! Jadi murah layak dalam hal ini dilihat dari sisi pemakainya yaitu anak – anak.

Murah dan mahal adalah pilihan tergantung dari sisi mana pemakainya. Janganlah kita menilai barang murah lalu kita berpikir sudah hemat , bisa jadi malah boros bila dihitung dari jangka panjang. Mahal pun sama, bisa jadi mahal malah bisa jadi murah karena memiliki daya umur ekonomis lebih lama. Jadi kalau membeli barang tidak sekedar dilihat harga saja tapi dilihat dari segi siapa pemakainya, berapa lama daya tahannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s