Persaingan Lapangan Kerja

http://www.promomainan.com – Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan oleh info banyaknya pekerja dari luar Indonesia mencari kerja di Indonesia dengan jumlah yang bervariasi. Mengapa boss di perusahaan lebih memilih pekerja dari luar negri ketimbang dalam negri sendiri ?

Masalah ini berkaitan dengan era globalisasi, termasuk persaingan. Dulu kita mungkin cuma bersaingan antar sama – sama pekerja Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan tapi dalam era globalisasi pesaing dari luar Indonesia pun mulai masuk kedalam. Diantara kita sebagai pekerja mungkin menyalahkan pemerintah dan perusahaan karena memperbolehkan dan menggunakan tenaga asing bekerja di Indonesia. Dengan kata lain merebut periuk nasi kita. Lapangan kerja sudah sempit ditambah lagi pesaing dari luar negri wah tambah sempit lagi nich.

Tapi coba kita sedikit berpikir mengintip pada pekerja asing ini, apa sich yang membuat mereka dipilih untuk bekerja di perusahaan Indonesia dari pada orang Indonesia sendiri ? Mungkin murah ? Tapi sebenarnya bukan murah tapi effisien dalam bekerja itu yang dicari oleh perusahaan karena kalau dari segi murah upahnya ya orang kita juga sudah standar tidak mahal tidak murah. Misal kalo pekerja Indonesia bisa memasang satu alat di proyek memakan waktu 4 hari sementara pekerja asing bisa memasang dalam 2 hari, mana yang dipilh kalau anda sebagai pimpinan proyek ? Walau biayanya pekerja asing sedikit lebih mahal dari pekerja Indonesia tapi pastinya pimpinan proyek lebih memilih pekerja asing. Murah tapi lama dalam pengerjaan akhirnya bisa jatuh – jatuhnya lebih mahal.

Rasa malu dalam pekerjaan. Rasa malu disini bukan malu – malu kucing tapi kurang lebih seperti rasa malu kalau gagal dalam mengerjakan. Contoh cerita teman saya waktu dulu saya bekerja sebagai IT . Saya mengajak teman saya untuk maintenance jaringan internet di kantor klien. Setelah mencoba berbagai cara teman saya ini tidak berhasil membetulkan jaringan internet di kantor klien yang bermasalah.Tapi yang anehnya sudah gagal tapi masih berani meminta bayaran sesuai perjanjian. Nah ini yang dimaksud nggak tau malu, sudah gagal tapi masih nuntut dibayar. Yah pastinya perusahaan akan membayar walau hanya uang sekedar uang lelah tapi ya malu lah kita kalo sampai harus menuntut / meminta dibayar. Malu kalau pekerjaannya tidak bisa tuntas, malu kalau pekerjaan yang diberikan gagal, malu kalau lalai dalam bekerja. Coba anda bayangkan anda pergi ke bengkel motor karena mogok , setelah di perikasa oleh teknisi tetap tidak berhasil membetulkan motor anda. Motor anda tetap mogok tapi anda masih dikenakan biaya service perbaikan. Rasanya gimana ? kesalkan ?

Skill khusus yang dimiliki oleh tenaga asing kadang memang di butuhkan oleh perusahaan. Misal perusahaan membeli suatu alat dari Eropa kadang perusahaan membutuhkan tenaga asing yang mengerti cara kerja alat tersebut. Tapi kadang juga perusahaan menerima pekerja asing karena skill lebih dipercaya dari pekerja Indonesia. Maka dari itu apapun status anda mau buruh, mau karyawan kantor harus rajin – rajin update skill anda biar pengetahuan anda makin luas, skill anda makin tajam supaya tidak tersaingi oleh pekerja asing.

Jadi tidak perlu marah – marah bila didalam perusahaan entah proyek , pabrik perusahaan menerima pekerja asing. Persaingan sudah ada sejak anda sekolah dan tidak akan pernah hilang bahkan sampai mati pun tetap bersaing masuk surga hehehe……Yang terpentng kita melihat kedalam diri kita sendiri apakah attitude kerja kita masih berantakan? apakah kita kerjanya malas – malasan? atau skill kita masih begitu – begitu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s