Yang Terlupakan Dalam Pendidikan Dasar di Indonesia

http://www.promomainan.com – Pernahkah kita memperhatikan anak – anak SD ? Ada sesuatu yang berbeda antara anak SD tahun 19an dengan th 2000an. Bukan kepandaian atau QI tapi sikap dan prilaku yang berbeda jauh sekali. Anak boleh saja pandai dan secerdas Einstein tapi prilaku yang buruk hanya membawa pada hal – hal negatif.

Dalam sistem pendidikan saat ini penekanan pada “hasil” lebih utama dari pada proses. Misalnya seperti nilai anak yang mendapatkan 9 lebih baik dari pada yang mendapatkan nilai 5, entah anak itu dari mana dapat nilai 9 yang penting hasil akhirnya. Belum lagi cap baik dari guru yang kadang kala menilai anak yang mendapatkan nilai buruk dianggap bodoh dan gagal. Bagaimana bila si anak sudah belajar dalam arti berusaha dan memang kemampuan hanya sebatas itu ?

Penekanan pada proses hasil akhir dalam sistem pendidikan anak SD menjadikan penanaman pada diri anak “bagaimana pun caranya” untuk mendapatkan hasil akhir baik, entah menyontek, mencari kunci jawaban ujiran bocoran, sikut menyikut persaingan antar siswa , dll. Padahal pada waktu pendidikan SD seharusnya lebih menekankan pada proses dan etika.

Sebagai guru juga harus tetap mensupport dan menyemangati anak baik nilai mereka baik terlebih pada nilai buruk. Sehingga anak bisa diajarkan bahwa hidup adalah proses dan bukan soal hasil pintar atau tidak . Didunia nanti orang – orang yang sukses bukanlah orang yang pandai tapi orang – orang yang memang berusaha pantang menyerah dari kegagalan mereka. Kalau hanya pandai tapi begitu gagal lantas menyerah , untuk apa?

Pada waktu SD juga merupakan salah satu moment untuk mengarahkan anak pada passion. Passion ini yang akan mengembangkan anak kedepannya. Tapi sayangnya banyak orang tua dan guru yang membunuh passion anak dikarenakan terlalu tertuju pada nilai mata pelajaran. Misal anak senang menggambar / melukis seharusnya di support ke khursus tambahan menggambar tapi tidak malah dilarang dan diharuskan pada mata pelajaran. Mata pelajaran memang penting tapi pengembangan passion anak juga tidak boleh diabaikan.

Tuhan memberikan passion pada masing – masing anak dimana passion ini digunakan untuk pengembangan dan membantu sesama di masa depannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s