Hidup Seperti Mengendarai Motor

http://www.promomainan.com – Pernah mengendarai motor di jalan ? Jika anda adalah seorang pengendara motor tentunya paham suka duka menjadi pengendara motor tentunya. Dalam hal ini penulis ingin menceritakan kehidupan di dunia ini hampir sama dengan mengendarai motor. Tentunya dalam konteks pengendara yang baik ( taat tata tertib ).

Tahan Uji

Seharusnya pengendara motor itu lebih tahan uji dari pengendara mobil kenapa? karena hujan dan panas kena langsung ke badan belum lagi angin menerpa. Kalau tidak kuat badan bisa sakit. Lebih salut lagi bila pasangan anda masih mau dan tidak keberatan naik motor bersama – sama anda serta tidak melirik pria lain yang naik mobil yang notabene lebih nyaman dan aman dari angin , panas, hujan. Hidup juga seperti itu banyak masalah ini itu tapi semua harus dihadapi dengan berani tanpa mengeluh yang pada akhirnya membentuk pribdai tahan uji.

Sabar

Dijalan yang becek sehabis hujan tiba – tiba tanpa sengaja ada mobil atau pengendara lain yang lewat melindas genangan air dan mengenai sedikit kaki anda, tapi anda masih memaklumi sebagai ketidak sengajaan walau agak sedikit jengkel. Belum lagi ada pengendara lain yang membunyikan klakson karena tidak sabaran bahkan tidak jarang memaki , ya anggap saja orang stress lewat dan abaikan. Dalam hidup juga banyak tekanan dari orang lain yang kadang suka seenaknya sendiri jadi hadapi mereka dengan kepala dingin supaya anda sabar dan bisa berpikir cerdas.

Tidak Terpengaruh

Pernah anda berhenti di depan lampu merah tapi pengendara dibelakang anda membunyikan klakson agar anda maju menerobos lampu merah? Jangan sekali – kali anda mendengarkan mereka yang mungkin secara sengaja atau tidak ingin membawa anda pada hal negatif, melanggar aturan. Bila mereka memaksa, biarkan mereka pergi sendiri melakukan pelanggaran mereka. Itu resiko mereka.

Mereka Tidak Tau Situasi Anda

Seringkali ketika kita melambat dari arah belakang kita ada yang membunyikan klakson berkali – kali agar kita cepat maju terutama disaat macet dan motor kita melaju di celah -celah mobil sebelah kiri, padahal didepan anda ada orang menyeberang , ada mobil mau belok, ada truck yang mau lewat. Orang lain boleh saja menceramahi hidup kita, orang lain boleh saja karena atasan kita membanjiri kita dengan kata-kata kasar kepada anda tapi ingat situasi yang anda alami hanya anda yang tau kondisinya , cuma anda yang tau ceritanya. Jangan pernah merasa sungkan atau tidak enak pada orang lain karena bisa – bisa anda yang dirugikan. Ketika anda rugi apakah ada orang lain yang tadi maki – maki anda dari belakang akan menolong anda ? Tidak bakalan!

Anda Adalah Si Pengendara Kehidupan

Ketika anda membonceng teman anda pergi bareng biasanya teman anda suka berkomentar cara anda membawa motor, entah terlalu cepat atau terlalu pelan. Hal ini wajar saja kadang kritik bisa dijadikan sebagai masukan bagi anda. Tapi tidak semua kritik bisa dikategorikan sebagai masukan yang membangun. Apalagi kadang teman kita yang menumpang itu ingin mengambil alih mengendarai motor anda dengan alasan cara mengendarai anda tidak sesuai dengan bisanya merekan berkendaraan. Andalah si pengendara dalam kehidupan anda sendiri dan bukan orang lain. Kalau motor anda rusak atau menyerempet kendaraan orang lain karena anda membiarkan teman anda yang menumpang tadi mengendarai apakah teman anda mau bertanggung jawab? Yang pasti si pemilik yaitu anda sendiri yang akhirnya dimintai pertanggung jawaban. Anda sendiri yang menanggung.

Partner Dalam Berkendaraan

Pacar / Istri anda adalah partner yang baik dalam berkendaraan motor. Kadang kita melaju terlalu cepat dan terlalu bahaya tanpa sadar, partner hidup andalah yang mengingatkan agar hati – hati . Begitu pula hal dalam hidup, pasangan hidup anda bisa memberitahu anda ketika anda melenceng dari jalur kehidupan yang benar agar tidak kebablasan. Karena pasangan yang baik tentu tidak ingin partnernya mengalami celaka.

Benci

Ada hal aneh , ketika kita mengendarai motor kita akan benci sekali dengan mobil dan ketika kita mengendarai mobil kita akan benci motor. Intinya ketika kita membenci seseorang entah karena sikap dia bisa jadi dia juga membenci kita karena sikap kita terhadap dia. Jadi kita harus mengintropksi diri kita sendiri dan memposisikan diri kita pada orang lain sebelum kita membenci orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s