Hal yang suka terlewat ketika memilih pasangan hidup

http://www.promomainan.com – Sedikit bercerita out of topic, jadi ini beberapa share dari 2 teman wanita dimana memiliki kemiripan kasus dimana mereka menikahi seorang pedagang atau wirausaha. Mereka menceritakan bagiamana kehidupan rumah tangga mereka tidak bahagia. Banyak hal – hal yang diluar harapan mereka dulunya

Setiap pasangan pasti ingin bahagia dan mapan hidupnya. Bukan berarti matre tapi masalah keuangan menjadi salah satu jaminan untuk biaya hidup kedepannya. Jangan salah karena masalah keuangan bisa menjadi akar keributan di rumah tangga.  Nah cerita yang mau saya sampaikan ini berkaitan dengan hal – hal simple yang kadang terlewat ketika wanita memilih pasangan hidupnya seorang wirausaha dimana ujung – ujungnya mengeluh pasangan mereka tidak seindah waktu pacaran atau harapan.

1.Sumber Keuangan Dia

Dari mana sumber keuangan dia? Dari usaha dia sendiri merintis dari nol atau warisan orang tua ? Biasanya yang merintis dari nol lebih mapan tidak saja segi keuangan tapi juga segi pemikiran dan juga lebih rajin. Berbeda dengan orang yang cuma mewariskan keuangan dari orang tua yang memang sudah memiliki usaha bisanya lebih manja dan juga kurang dewasa cara berpikirnya

2.Tinggal Dimana Setelah Menikah

Bisanya (tidak bermaksud menjelek-jelekan ) pasangan akan lebih menyukai tinggal dirumah sendiri ketimbang dirumah mertua. Dalam kasus teman saya yang sharing mereka merasa lebih seperti pembantu orang tua dari pasangan mereka ketimbang istri. Bisa jadi karena tidak hanya mengurusi suami tapi juga disuruh -suruh oleh orang tuanya. Nah perlu ditanyakan kepasangan anda ketika akan menikah , dimana akan tinggal. Note : tidak semua mertua tidak baik , lebih bayak yang baik.

3.Anak Keberapa ?

Biasanya anak paling terkahir atau anak tunggal lebih manja / anak mama. Kedewasaan pola berpikir ketika sudah menikah sangat diperlukan, bukan lagi berpikir sedikt- dikit ada masalah lalu mengadu ke orang tua. Wah pasangan anda bisa repot seperti ini. Belum lagi kalau orang tuanya selalu membela dan tentunya anda yang dijadikan biang permasalahan. Nanti ujung – ujungnya anda yang kewalahan.

4. Mertua Yang Pelit

Mungkin ketika anda pacaran segala sesuatu yang anda minta bisa dia belikan atau ketika pada saat – saat tertentu dia membelikan anda barang bagus tapi ketika menikah bisa berubah 180 derajat dimana anda tinggal bersama mertua. Dana yang diberikan kepada anda sebagai istrinya hanya sebatas untuk kebutuhan belanja makan dan anak, sementara kebutuhan pribadi anda sangat kurang atau malah tidak diberikan. Ya maklum sebagai istri tentu perlu belanja untuk pakaian dan kosmetik perawatan.

Supaya hal – hal diatas bisa dihindari semininal mungkin tidak ada salahnya anda sesekali main kerumah pasangan anda dan bertemu dengan orang tuanya. Dengan mengenal lebih dalam tidak saja pribadi pasangan anda tapi juga keluarga pasangan anda termasuk orang tuanya akan lebih baik demi hubungan masa depan anda sendiri. Dan sekali lagi saya tidak bermaksud menjelek – jelekan atau membuat anda menjadi khawatir, pernyataan ini bukanlah 100% tepat karena berbagai faktor lainnya yang bisa saja bertolak belakang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s