Strategi Banting Harga , It’s That The Best You Can do ?

http://www.promomainan.com – Di setiap usaha dagang pasti selalu ada yang namanya saingan. Saingan untuk mendapatkan pembeli sebanyak – bannyaknya. Beberapa pedagang menggunakan berbagai macam strategi dagang mulai dari discount harga , free ongkir , bonus pembelian dan sebagainya. Tentunya semua strategi tadi sudah diperhitungkan untung ruginya.

Namun diantara semua strategi dangang tadi ada strategi dangang yang banyak dilakukan penjual tapi sebenarnya tidak boleh dilakukan adalah strategi banting harga. Strategi ini memang sangat mudah dan simple seperti membalikan telapak tangan namun dampaknya tidaklah sesimple menjalankannya. Berikut dampaknya :

1.Merusak harga pasar

harga-pasar

Misal dalam satu pasar terdapat penjual mainan A , B dan C . Penjual A dan B menjual mainan sepatu roda sebesar Rp 200.000 – Rp 220.000sedangkan penjual C menjual Rp 170.000. Tentunya para pembeli lebih memilih ke toko C karena harganya lebih murah. Selisih antara harga yang sangat mencolok ini merusak harga pasar mainan sepatu roda dipasar tersebut. Memang tidak ada peraturan yang melaran penjual dengan cara seperti toko C namun secara tidak langsung membuat hancur harga sepatu roda di  toko A dan B.

2.Merugikan Penjual itu sendiri

penjualan-rugi

Sama seperti contoh diatas, bayangkan di toko C yang menjual dengan banting harga menjadi Rp 170.000 sementara harga modal untuk membeli sepatu roda satunya Rp 150.000, keuntungannya hanya Rp 20.000. Boleh dikatakan penjual hanya kerja sosial kepada pembeli karena dengan keuntungan hanya Rp 20.000 itu tidak mempertimbangkan faktor waktu ketika memesan, tenaga, biaya kirim dan biaya – biaya lain yang mungkin tidak terlihat.

3. Resiko kenaikan harga

kenaikan-harga

Ketika musim sepatu roda dan permitaan akan sepatu roda meningkat maka biasanya akan terjadi kelangkaan pasokan. Barang akan sulit dicari dan pada saat itu harga secara otomatis akan naik. Misal sepatu roda yang tadinya harga modal Rp 150.000 menjadi Rp 190.000 . Tentunya para pedangan akan menaikan harga jualnya. Beruntung bagi para penjual yang sebelumnya sudah stock sebelum kenaikan harga karena dengan menaikan harga akan mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun celaka bagi penjual di toko C karena selisih keuntungan Rp 20.000 ini tidak mampu diputar untuk membeli persediaan sepatu roda yang sudah naik harganya, labnya terlalu kecil. Dengan kata lain akan menjadi buah simalakama dibeli salah karena akan rugi dan laba menjadi minus tidak dibeli juga salah banyak permintaan di toko C.

Jadi sebagai pedagang harus kreatif dan pandai – pandai mengatur strategi pemasaran, bukan hanya sekedar banting harga yang ujung – ujungnya malah merugikan pedangan itu sendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s