Cerita Suara Lakban

http://www.promomainan.com – Disebuah kos di jakarta barat dekat Kampus Binus yang murah meriah terdiri dari 3 lantai. Rata – rata penghuninya adalah para pekerja / karyawan dari luar daerah jakarta dan beberapa ada juga pedagang. Bangunannya sederhana tidak ada yang mewah disini karena memang sewa kos cuma Rp 500.000 sebulan. Beberapa dingding pemisah tiap ruang ada yang tembok dan ada yang triplek. Pintunya dari kayu dan sudah usang ikut menghiasi setiap kamar.

Setiap lantai ada lorong – lorong  panjang berjejer pintu – pintu kamar disamping kiri kanannya. Cerita ini akan membahas 2 kamar bersebelahan dekat kamar mandi luar di lantai 2. 2 kamar tadi diisi yang satunya seorang karyawan kantor dan yang satunya pedangan. Sebagai karyawan dan pedangang pagi – pagi mereka sudah berangkat dan baru kembali ke kos malam harinya. Belum lagi kehidupan di jakarta rata – rata orangnya individualis alias jarang sapa / kenal satu sama lainnya. Jadi kalau sebelah kamar mereka kosong pun mereka tidak tau.

Kembali ke penghuni kos yang tadi , ketika tidur penghuni kos yang karyawan ini terbangun karena mendengar bunyi lakban ditarik ” Sret! Sret! Sret! “. Karena tembok pemisahnya hanya triplek jadi bisa kedengaran ke kamar sebelahnya. Si karyawan ini melihat kearah jam dan ternyata masih jam 4 pagi dan bunyi lakban tadi masih terdengar. Karena merasa terganggu maka si karyawan ini bangun dan mengetuk pintu kamar si pedangang. “Maaf pak tolong jangan berisik” Si Karyawan bisa melihat bahwa kamar si pedangan ini masih menyala yang artinya si pedangan mungkin sedang beraktifitas seperti membungkus barang. Lalu dari dalam kamar terdengar suara si pedangan ” Maaf” . Lalu si karyawan kembali tidur dan suara itu tidak muncul kembali. Si pedangang sepertinya tau kalau suara plakban dia mengganggu tidur orang lain.

Singkat cerita setelah kejadian itu berlalu sekitar 6 bulan , si karyawan baru pulang dari kantornya dan hari sudah malam jam 23.00. Dia berjalan melewati kamar si pedangan dan terlihat kamar masih tertutup rapat dan kamar gelap. Ya mungkin si pedangan sudah tidur atau pulang kampung karena hari itu mendekati liburan panjang Lebaran.. Kamar – kamar lain pun banyak yang kosong karena penghuninya rata – rata sudah pulang kampung dan liburan. Kira – kira pukul 02.00 ketika si karyawan tertidur pulas, tiba – tiba si karyawan mendengar lagi bunyi lakban seperti waktu dulu ” Sret ! Sret! Sret! . Waduh pikir si karyawan ini kok ini orang ngulangin lagi ya? apa dia nggak tau jam tidur saat ini ?. Bunyi lakban masih terdengar dan si karyawan berjalan kedepan kamar si pedangang dan mengetuk pintunya ” Maaf tolong jangan berisik”. Dari dalam kamar si pedangang bunyi lakban berhenti. Si karyawan melihat kamar si pedangan dari luar gelap ( tidak menyalahkan lampu) . Tapi si karyawan tidak ambil pusing dan kembali tidur lagi. Selang 15 menit lagi – lagi bunyi lakban terdengar lagi “Sret ! Sret! Sret! . Si karyawan bangun dan merasa emosi . Walah ini orang kok ngeyel ya? ngajakin ribut kali ! . Lalu dia kembali ke depan pintu kamar si pedangang dan memuku – mukul pintunya ” Oiii jangan berisik bisa tidak ?! ” Dan bunyi itu kembali berhenti dan si karyawan kembali ke kamarnya. Belum juga masuk kamar suara lakban itu kembali muncul ” Sret! Sret ! Sret!.

Karena kesal merasa di permainkan si karyawan menendang pintu kamar si pedangang dan dia terkejut. Ternyata pintu si pendangang ini tidak dikunci dan lebih mengejutkan lagi kamar si pedangan sudah kosong dan gelap. Tidak ada barang – barang hanya ada meja dan kursi plastik. “Lah kalau si pedagang ini sudah pindah lalu dari mana asal suara tadi ? ” Semua kamar kiri kanan dan sebelah kosong karena yang lain sudah pada pulang kampung. Karena merasa aneh si karyawan cepat – cepat kembali ke kamarnya dan tidur sambil ditutupi selimut. Dalam pikirannya mencoba berpikir jernih , apa mungkin tikus ? Ya mungkin saja tikus…”
Baru saja si karyawan sudah mulai tertidur ,lagi – lagi suara lakban itu terdengar lagi…SRET! SRET ! SRET! Kali ini terdengar lebih keras dan jelas karena suara lakban itu berada tepat di atas KUPINGNYA!……………

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s