Pentingnya Membaca Sebelum Membeli Product

http://www.promomainan.com – Ketika kita akan membeli sebuah barang di toko online apa yang pertama kita perhatikan ? Rata – rata kebanyakan orang pertama kali akan melihat gambar. Apakah gambar yang ada di toko online sesuai dengan apa yang pembeli cari. Lalu mereka melihat judul product. Dan yang terakhir mereka melihat harganya apakah sesuai dengan isi dompet , membanding – bandingkan dengan penjual online lainnya siapa tau ada harga yang lebih murah. Dan setelah semua itu baru mereka melakukan proses pembelian.

Ada yang terlewat menurut anda dari proses tersebut ? Ya saya akan katakan bahwa jarang sekali orang membaca keterangan product atau spesifikasi product yang mereka akan beli. Kalau pun membaca itu pun hanya sekilas saja. Kecenderungan orang akan terpikat pada gambar dan harga product seolah – olah terhipnotis “Wah ini product yang saya cari, wah ini harga nya murah dari yang lain” Dan tanpa basi basi langsung proses pembelian.  Ketika barang sampai ditempat pembeli barulah mereka sadar ” Kok tidak seperti yang saya harapkan? kok seperti ini ya? “

Penjual yang menulis keterangan / description pada produk bukan hanya sekedar menulis begitu saja tapi lebih pada prihal isi dari product yang mereka jual. Penting sekali ketika pembeli akan membeli dibaca terlebih dahulu keterangan productnya. Apa saja spesifikasinya, garansinya, ukurannya, jenis barang baru atau bekas.  Membaca tidak hanya keterangan product juga tapi peraturan dari penjual mengenai proses transaksi.  Sayangkan bila hanya masalah meremehkan untuk membaca keterangan lalu akhirnya menyesal karena membeli product yang salah.

Ini juga pernah terjadi pada saya ketika akan membeli mainan di toko. Saya hanya melihat bentuk mobil pemadam kebajaran saja dan harga. Dari bentuknya mobil ini terdiri dari lampu sirene lalu saya membuat asumsi sendiri ” mobil ini ada lampu sirene kelap kelip dan suara sirene” . Disini kesalahan saya , saya tidak membaca keterangan pada kardus kemasan mainan tersebut. Karena dikemasan tersebut  tidak tertera ada lampu sirene dan suara.  Jadi kesalahan saya ini menjadi pelajaran bagi saya.

Coba saya tanya berapa banyak orang yang mau membaca manual book didalam product ? saya rasa rata – rata orang lebih senang mencoba mengutak utik sendiri lalu ketika tidak bisa baru telephon ke penjualnya dan parahnya kadang ada yang sampai rusak .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s