Pencuri didalam Perusahaan

http://www.promomainan.com – Salah satu temen saya pernah bercerita bahwa di kantor dia sering kali terjadi pencurian. Pencurinya adalah orang dalam sendiri. Jadi didalam perusahaan dia ada karyawan yang suka mengambil entah itu barang kantor ataupun uang perusahaan. Bisa harga barang di markup untuk pembelian, bisa juga barang jualan kantor diambil, bisa juga uang pembayaran customer diambil .

Perusahaan temen saya ini memiliki 88 cabang terdiri dari toko dan cafe di seluruh Indonesia. Cukup besar perusahaan ini dan pastinya omzetnya juga besar. Tidak mudah untuk memiliki 88 cabang dimana – mana. Singkat cerita bahwa disetiap cabang ini dikepalai oleh kepala cabang dan diberi kepercayaan oleh ownernya  untuk memimpin di tiap – tiap cabang. Lalu seiring berkembangnya perusahaan si boss merasa kepercayaannya terhadap bawahannya semakin turun terutama kepada kepala cabang.

Nah Teman saya inilah yang direktrut oleh boss untuk menjadi team semacam Audit sekaligus admin supply untuk barang – barang di cabang. Di setiap perusahaan memang tidak bisa dihindari yang namanya ” maling” tapi berbeda dengan kasus teman saya ini. Saking parahnya tindakan maling ini membuat si boss membentuk team auditnya sendiri.

Tugas team audit teman saya ini adalah mengawasi supply barang ke cabang , mengatur barang yang masuk, mengawasi dan mengaudit uang penjualan, mengatur etalase toko / cafe. Intinya lebih kepengawasan. Lalu karena saya penasaran kenapa banyak maling ditempat kerja dia maka saya iseng – iseng tanya detail kondisi perusahaannya.

Ok pertanyaan pertama ” jam kerja dan hari kerjanya” . Jawaban dia dari jam  09.00 – 18.00 dan hari kerjanya dari senin sampai minggu. Hanya boleh libur 2 hari dalam 1 bulan. Hmm… saya berpikir lagi ” Bagaimana dengan gaji kamu kerja disana” .Tadinya dia tidak mau bilang tapi karena saya paksa (kepo mode on)  akhirnya dia bilang hanya                      Rp 3.800.000 dan sudah masuk kerja selama 6 bulan dan ada juga tugas keluar kota / daerah. Lalu saya sedikit senyum ke teman saya ini dan saya bilang “kamu kaya kerja rodi”

Inti dari pengalaman temen saya ini bisa dilihat bahwa permasalahan maling di perusahaan ada 2. Pertama,  memang sudah sifat si karyawannya tukang maling dari sananya , ada barang bagus diambil atau ada duit nganggur diembat saja. Kedua, karyawannya tadinya tidak maling tapi lama – lama jadi maling. Loh kok bisa ? Silahkan baca dari atas dan pikirkan apakah perusahaan teman saya tadi sudah “memberikan apa yang menjadi hak karyawannya? ” Yah kalo belum mau sampai kapan pun kasus maling di perusahaan akan tetap ada dan jumlahnya bisa makin banyak karena makin banyak karyawan yang merasa tidak dihargai.  Gaji merupakan suatu penghargaan perusahaan terhadap karyawannya. Seberapa besar kontribusi karyawan, berapa lama kerja karyawan, apa saja tugas – tugas karyawannya semua di refleksikan di gaji. Semakin berat tanggung jawab dan tugas maka semakin besar gajinya. Jadi sebagai perusahaan tidak boleh tutup mata atau memandang karyawan sebagai cuma pekerja saja.

Note : Penulis bukan mendukung pencuri loh hehehee ……..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s